pustaka's Blog



Teknologi & Perpustakaan

Saat ini masyarakat sedang mengalami masa transisi dari ekonomi industri ke ekonomi informasi. Dalam ekonomi industri kapital merupakan sumber yang strategis, sedangkan informasi adalah sumber yang strategis dalam ekonomi informasi. Pada masa global sekarang ini dan masa yang akan datang informasi merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan. Siapa yang menguasai ekonomi informasi dengan baik maka akan menjadi pemenang dalam persaingan hidup dalam masyarakat. Masyarakat informasi yang sedang berkembang ditandai dengan penyebaran informasi yang cepat dan tepat.

Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.

Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Penerapan teknologi informasi telah menyebar hampir di semua bidang, tidak terkecuali di bidang perpustakaan. Dengan demikian, ukuran perkembangan perpustakaan banyak diukur dari penerapan teknologi informasi yang digunakan dan bukan dari skala ukuran lain seperti besarnya gedung perpustakaan yang dimiliki, jumlah koleksi yang tersedia maupun jumlah penggunanya. Kebutuhan akan teknologi informasi sangat berhubungan dengan peran perpustakaan sebagai kekuatan dalam penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Evolusi Informasi
Pada era teknologi informasi saat ini, perubahan yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.

Trend Teknologi Informasi Saat Ini
Banyak kegunaan yang menguntungkan yang didapatkan dari Teknologi Informasi dalam semua bidang (bisnis, akademis, pemerintahan, organisasi dlsb), antara lain: E-mail, WWW, NewsGroup, FTP Gopher, Image Company, Pengenalan dan pemesana produk, Regristrasi Klien, Jadwal pengiriman, Internet Relay Chat, Internet Phone.
Trend teknologi informasi adalah teknologi informasi yang saat ini sedang banyak diminati, digunkan oleh banyak orang. Teknologi informasi yang sedang tren saat ini adalah : Video Telekonfren, E-Learning, E-Comers, Blogs.

Trend Perpustakaan Web 2.0 Terkini
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi informasi saat ini, menghasilkan luapan informasi yang cukup besar. Informasi itu diolah, disimpan dan dipencarkan dalam bentuk digital. Seiring dengan perkembangan internet atau teknologi berbasis web, terutama web 2.0 sebagai suatu media bagi orang dapat berkomunikasi dan mengakses artikel jurnal teks, prosiding seminar, laporan penelitian, statistik, gambar dan lain-lain.

Sebagian perpustakaan saat ini sudah menerapkan web 2.0 agar fasilitas dan informasi yang mereka sediakan dapat dengan mudah diketahui oleh penggunanya. Web 2.0 merupakan pengembangan internet sebagai media untuk bersosialisasi dan berbagi dengan sesama. Dalam perpustakaan Web 2.0 misalnya digunakan untuk tentang isi katalog. Dengan berbasis Web 2.0 maka katalog mempunyai informasi yang lebih bermanfaat dari sebelumnya, karena katalog ini dilengkapi dengan daftar isi buku, review dan lain sebagainya.

Untuk menunjang hal tersebut, setiap pustakawan perlu membekali diri dengan informasi tentang kondisi lembaga perpustakaannya sehingga dapat berbicara atas nama lembaga perpustakaan dengan meyakinkan. Pustakawan sekarang ini bisa meyakinkan pengguna perpustakaan bahwa pekerjaan mereka tidak sekedar menata buku tetapi memberi akses kepada masyarakat dalam berbagai format.

Pragmatisme Teknologi Perpustakaan Masa Depan
Perkembangan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk perpustakaan masa depan adalah adanya beberapa media baru yang akan dikembangkan, diantaranya Library Digital Video, Library 2nd Life (Virual Worlds), and possibilities.

Evolusi Koleksi Digital
Menurut Digilat Library Federation Amerika Serikat, Perpustakaan digital adalah organisasi-organisasi yang menyediakan sumber-sumber, termasuk staf dengan keahlian khusus untuk menyeleksi, menyusun, menginterprestasi, memberikan akses inteletual, mendistribusikan, melestarikan dan menjamin keberadaan koleksi-koleksi digital sepanjang waktu sehingga koleksi tersebut dapat dimanfaatkan oleh komunitas masyarakat tertentu atau masyarakat terpilih secara ekonomis.

Dari segi data dan dokumen yang disimpan di perpustakaan, dimulai dari perpustakaan tradisional yang hanya terdiri dari kumpulan koleksi buku tanpa katalog, kemudian muncul perpustakaan semi modern yang menggunakan katalog (index). Katalog mengalami metamorfosa menjadi katalog elektronik yang lebih mudah dan cepat dalam pencarian kembali koleksi yang disimpan di perpustakaan. Koleksi perpustakaan juga mulai dialihmediakan ke bentuk elektronik yang lebih tidak memakan tempat dan mudah ditemukan kembali. Ini adalah perkembangan mutakhir dari perpustakaan, yaitu dengan munculnya perpustakaan digital (digital library) yang memiliki keunggulan dalam kecepatan pengaksesan karena berorientasi ke data digital dan media jaringan komputer (internet)

Di sisi lain, dari segi manajemen (teknik pengelolaan), dengan semakin kompleksnya koleksi perpustakaan, data peminjam, transaksi dan sirkulasi koleksi perpustakaan, saat ini muncul kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi untuk otomatisasi business process di perpustakaan. Sistem yang dikembangkan dengan pemikiran dasar bagaimana kita melakukan otomatisasi terhadap berbagai business process di perpustakaan, kemudian terkenal dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan (library automation system).

Dengan adanya perpustakaan digital maka akan banyak sekali manfaat yang bisa dinikmat oleh pengguna perpustakaan, yaitu : 1) Penambahan koleksi yang lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik. 2) Dapat mempercepat akses sehingga informasi yang dibutuhkan dapat segera dimiliki dan dimanfaatkan oleh pengguna. 3) Lebih bebas dan dapat menolong mata rantai administrasi dalam memperoleh informasi. 4) Dapat diakses dimana saja, kapan saja asal ada komputer yang terkoneksi dengan jaringan, dan 5) Pengguna dapat mengakses tidak hanya dalam bentuk cetak tetapi juga dalam format suara, gambar, video dan lain-lain

Interaksi Manusia – Komputer
Untuk bisa memahami cara kerja interaksi manusia dengan komputer, kita perlu membuat model sistem pengolahan informasi pada manusia dan komputer. Pada dasaranya, baik manusia maupun komputer memiliki piranti input, sistem pengolah dan output. Informasi yang diterima dan tanggapannya dikirimkan melalui beberapa media input dan output, yaitu: Visual channel, Auditory channel, Haptic channel, dan Movement

Sistem pengolahan manusia terdiri dari dua bagian yaitu pengolahan sadar (conscious processing) dan otomatis. Pengolahan sadar terjadi ketika rangsangan datang kemudian dibawa ke bagian intellektual dan memerlukan beberapa waktu untuk menghasilkan tanggapan. Pengolahan otomatis terjadi secara reflek dan memerlukan waktu tanggapan yang pendek.

Semua jenis media informasi (teks, audio, video, datasets, images) bisa dihubungkan kedalam pemahaman manusia secara visual yang terhubung ke backend databases, objek dan metadata.

Learning Commons
Ada beberapa kemungkinan layanan baru di perpustakaan, diantaranya : Web Page Creation Capacity, Digital Audio/Video Capacity, Podcasting, Scanning Assistance, CD/DVD Creation, Document Processing (OCR), 3D Possibilities, Digital Library & Digital Library Fellows Programs. Dengan adanya layanan tersebut maka perpustakaan akan berubah dari gudang buku ke learning commons. Maka akan muncul defenisi perpustakaan baru, yaitu : Interdisciplinarity, Multimedia/Digital Literacy Services, Specialized Software and Hardware Expansion, Technologically Enabled Learning Spaces. Defenisi baru perpustakaan tersebut akan membuat pengguna perpustakaan untuk bisa melakukan banyak hal dalam learning commons tersebut, diantaranya adalah : Kolaborasi , Bersosialisasi, Makan dan minum, Pertemuan kelompok, Belajar, Memanfaatkan koleksi perpustakaan, Memanfaatkan database dan software berlisensi, Menonton pameran, Mengahadiri pertemuan dan pelatihan, Menghadiri pendidikan pemakai, Memfotokopi, print, scan, copy, Bertanya ke pustakawan, Menggunakan teknologi, , menulis, meneliti, informasi, layanan karir, layanan akademik, tutorial, dan layanan perpustakaan lainnya, Memanfaatkan hotspot, Meminjam tablet PCs dan projector.

PENUTUP
Pada saat ini, teknologi sudah sangat maju, kompetisi sudah semakin hebat, masyarakat semakin pintar dan kritis dalam menilai keberadaan perpustakaan dalam memberikan pelayanan. Maka, mau tidak mau perpustakaan harus berani dan bersedia melakukan terobosan dan perubahan agar dapat bersaing dalam era globalisasi saat ini.

Perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan membuat perpustakaan perguruan tinggi perlu melakukan perubahan besar dari manajemen informasi ke manajemen pengetahuan dan hal tersebut bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Selain itu perpustakaan juga perlu melakukan transformasi dari penjaga informasi kepenambah ilmu pada perpustakaan dan informasi, dari koleksi tercetak ke koleksi digital, dari pasif ke aktif, dan dinamis dalam penciptaan pengetahuan.

Pustakawan sudah sewajarnya mengadopsi perkembangan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas jasanya. Perpustakaan digital yang memberikan banyak manfaat perlu terus dikembangkan dalam upaya memenuhi kepuasan penggunanya. Untuk itu ketrampilan dan kemampuan pustakawan perlu ditingkatkan baik yang manajerial maupun yang teknikal. Disamping itu pustakawan harus memperjuangkan sumberdaya untuk mendukung terealisasinya perpustakaan digital.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad. Perpustakaan Dijital : Tantangan menawan bagi pustakawan. Diakses dari http://www.lurik.its.ac.id/latihan/perpustakaan%20dijital2006-unijoyo.pdf tanggal 14 Januari 2010

Priyanto, Ida Fajar. Tantangan baru dunia kepustakawanan : menuju masa depan yang berubah. 2008. Diakses dari http://lib.ugm.ac.id/data/pubdata/pusta/priyanto_UIN.pdf tanggal 14 Januari 2010

Priyanto, Ida Fajar. Transformasi Perpustakaan. Dipresentasikan pada mata kuliah isu-isu muktahir perpustakaan dan informasi pada tanggal 3 September 2009

Priyanto, Ida Fajar. Teknologi dan perpustakaan perguruan tinggi generasi mendatang. Dipresentasikan pada mata kuliah isu-isu muktahir perpustakaan dan informasi pada tanggal 15 Desember 2009

Suhartati, Yulia. Strategi Pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan profesionalisme SDM perpustakaan dalam era globalisasi. Diakses dari http://lib.ugm.ac.id/data/pubdata/pusta/yulias2.pdf pada tanggal 14 Januari 2010

Suyoto.Teknologi informasi dan perpustakaan. http://digilib.unila.ac.id/files/disk1/13/laptunilapp – gdl-jou-2007-suyotoshsi-643-ti-pepru-n.pdf. Diakses pada tanggal 11 Januari 2010.

by oleh Teguh Yudi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: